Menelisik hilangnya 7 pendaki di Gunung Salak

Posted: February 2, 2009 in mountaineering
Tags: , , ,

Mendengar headline news petang tadi tentang hilangnya 7 pendaki dari Univ Yarsi tentu membuat saya merinding.

Masih ingat dalam kepala, baru satu bulan saya meninggalkan gunung Salak untuk acara pelantikan Pencinta Alam SMA saya.

Masih ingat juga tentang larangan petugas TNGHS kpd kami utk tidak melakukan pendakian lewat jalur Cidahu pada bulan januari itu.

Dan masih ingat pula saya ttg dahsyatnya cuaca serta jalur trek di Gunung Salak saat musim hujan tiba.

Makanya saya langsung menerka-nerka tentang apa yang terjadi kpd mereka. Dalam hal ini saya punya pengalaman ‘menarik’ skaligus mendebarkan. Tepat satu tahun yg lalu, saya bersama 6orang teman pergi berangkat ke Gunung Salak lewat jalur Cidahu, jalur resmi ke Gunung Salak. Waktu itu tepat puncak musim hujan, sehingga sepanjang hari pun slalu tertutup awan atau kabut. Malam pertama, kami mendirikan tenda tpat dipinggir jalur menuju puncak 1. Kondisi cuaca malam itu sungguh begitu buruknya, badaipun menerpa dan tenda ukuran 3orang tempat saya, Edu, dan Sofian bermalam pun tak kuasa menghadapinya. Frame tenda kami pun patah dan posisi tenda menjadi sedikit terguling ke belakang, dan air hujan pun masuk dari setiap sudutnya. Hujan, angin kencang serta kabut pun seakan bersatu untuk menghalangi kami di acara tsb. Bahkan beberapa hari kemudian (kalau tdk salah tepat tanggal 1januari2008), tenda ukuran 8orang yang didiami oleh saya, Sofian, dan Haryo; mengalami sesuatu yang aneh. Mata saya masih terpejam saat itu, ketika mendengar suara gaduh dan posisi tenda terasa tertarik ke arah depan. Saya pun terbangun ketika merasakan bumi berguncang dan mendengar suara benda besar jatuh di dekat saya. Merangkak keluar dan bertanya pada Sofian yang berada tepat di pintu tenda, terkejut bukan kepalang saya melihat pohon besar itu rubuh di depan kami. Benar-benar syukur alhamdulilah kami masih diberi kesempatan untuk merasakan tahun baru itu. Asal tahu saja, pohon itu adalah tempat tenda kami tertambat, dan ukurannya pun cukup besar, diameternya sekitar satu meter, bahkan pohon itu pun benar-benar tercabut dari akarnya dan menutup jalur kami ke arah sungai.

diklatsar-17-052

Gunung Salak memang menyimpan segudang misteri. Namun daya tariknya ternyata masih cukup memikat para penggiat alam bebas dari luar kota. Disini saya coba membeberkan beberapa jalur masuk menuju Gunung Salak.

  1. Jalur Natrabu

Natrabu adalah pintu masuk pendakian Gunung Salak lewat desa Pasirrengit sebagai akses utamanya. Jalur ini mungkin adalah yang paling sulit dilihat dari banyaknya genangan lumpur yang dalam, sempitnya jalur, dan jika ingin menuju puncak maka harus melewati kawah ratu terlebih dahulu. Namun hanya sedikit percabangan dalam jalurnya yang mungkin dapat mencegah para pendaki dari bahaya tersasar.

  1. Jalur Cidahu

Jalur ini merupakan yang paling umum, terlebih banyak fasilitas di kawasannya. Sebut saja komplek perkemahan, villa, serta tempat spa. Jalur ini pun dikelola resmi oleh pihak taman nasional dengan bangunan secretariat yang belum lama berdiri. Kondisi jalur ini boleh dibilang telah cukup baik, para pendaki pun dapat langsung menuju puncak tanpa melewati kawasan kawah terlebih dahulu. Namun memasuki pintu hutan tropis yang lebat, cukup banyak percabangan jalan yang terkadang menyulitkan.

  1. Desa Giri jaya

Tempat inilah yang baru saya kunjungi sebulan yang lalu. Jalur ini dahulunya merupakan jalur resmi, namun saat ini sudah tak terpakai lagi karena sudah ada jalur Cidahu yang lebih representative tentunya. Para pendaki dapat langsung menuju puncak lewat jalur ini. Kondisi jalurnya tidak dapat saya ketahui tapi untuk meminta izin dapat langsung ke pengurus rt setempat.

  1. Jalur Cimelati

Saya memang belum pernah melewati jalur ini. Namun dari informasi yang saya dapat dari  seorang teman yang kebetulan pernah mengunjunginya untuk kepentingan survey; jalur cimelati adalah jalur semi-resmi dimana memang banyak terdapat tempat perkemahan disana namun untuk bukan jalur yang cukup ramai seperti di cidahu. Di jalur ini, para pendaki harus berjalan cukup jauh melewati area perkebunan sebelum memasuki pintu hutan. Jalur ini dilihat dari peta merupakan jalur terdekat menuju puncak sehingga dipastikan sudut elevasi jalurnya cukup tinggi. Lewat jalur inilah 7 orang pendaki tersebut dikabarkan hilang.

Semoga salam dan doa turut menyertai keselamatan kita semua sebagai sesama penggiat alam bebas.

Comments
  1. adul says:

    bener tuch, Mari kita sama2 menundukkan kepala menadahkan tangan, berdoa untuk rekan2 kita yg sedang dalam musibah itu.

    sebulan lalu (2-3 januari 2009) guwe juga abis dr gunung salak. lewat jalur ilegal juga.

    rencananya mo masuk dr curug nangka, cuman krn itu bukan jalur pendakian, jd kita (ber-6) dari jalur tikusnya. dan emng ada, cm ya itu, medan nya sangat berat, air jg kering.

    untungnya tmn guwe kakinya keram ringan, jd guwe putusin untuk ngecamp smlm, bsknya lngsung turun.

    nah besoknya turun, sempet beberapa kali nyasar. tanda2 yg guwe buat di tiap2 shelter hilang, dan jalur nyaris tertutup.

    wah pokoknya serem en seru dech.

    selain siap perbekalan, kudu siap mental dech. orng tempatnya ky t4 uji-nyali, hehe..

  2. raka says:

    memang benar yg di katakan teman2 dan adanya cerita yg penuh misteri dari gunung salak.
    gw teringat 8 tahun yang lalu ketika gw ikut DIKSAR diPALMATER ( Mahasiswa Pecinta Alam Komputer) di mana waktu itu gw lewat jalur Pasir Rengit dan turun lewat cidahu javanasva.
    gw mulai start long mart dari Ciampea lewat jalur G. menyan terus menyusur jalan sampai ke G. Bunder terus naik ke Pasir Rengit, Kawah Ratu. yang mana perjalan tersebut memakan waktu kurang lebih 5 hari.
    gw pernah berpikir waktu itu kaya gw ga akan naik g. salak yg ke 5 kalinya lagi, apalagi klo ngebayangin lewat jalur pasir rengit ………. nooooo……noooo…… jalur penuh dng lumpurrrrr mending klo cetek .
    dalemmmmmm brooo… samape2 begitu di angkat kaki gw sepatu yg gw pakai hilang. dan di jalurnya banyak sekali pacet klo di musim hujan.
    ahhhhh tidakkkkk ..
    tapi !….. emmang petualangang luar biasa di daerah jawa barat. ga ada lagi duanya

    salam rimba

    mari kita beroda tuk teman2 seperjuangan mudah – mudahan Allah memberikan kekuatan dan di keselamatan samapai mrk kembali kpd keluarga dan handai tolan.

  3. dacepotz79 says:

    miris denger beritanya.. dan akhirnya ditemukan juga para pejuang alam tersebut….dengan selamat, sehat walafiat…dengan semangkuk sop ayam hangat ditangan.:)

  4. aca ucu says:

    mangkanya joging & belajar navigasi bro….biar ga nyasar….
    kalo da nyasar ya kaya gini deh nyusahin orang banyak……apa lagi maen di Gn.salak…becareful but soket….

  5. kecot says:

    memang g.salak sgt beda dgn gunung yg lain . . .
    suasana’a yg menyeramkan
    dulu thn 2008 wgw dah pernah ke stu tapi gw ga sampe ke puncak salak 1, coz’y tmn gw da yg kuat. yaudah gw coma sampe kawa ratu ja… tp gw ga kecewa.
    “buat tmn” pencinta alam jgn sombong walaupun
    g.salak tuh ga tinggi.
    “slm buat ank” Pencinta alam CENGKARENG.PA)
    KECOT_BOLANG

  6. Begajul Dance says:

    semua cerita tentang gunung salak memang benar adanya, tapi alhamdulillah selama ane nyebrang dari pasir reungit ke cidahu atau sebaliknya melewati kawah ratu sebanyak 6 kali, tidak ada keganjilan apa2, dan tim ane, ane persiapin dengan keadaan hati yang bersih dan stamina yang cukup. jadi saran untuk yang laen kalo mau ke kawah ratu lewat pasir reungit atau cidahu, baiknya
    - lewat jalur legal
    - ga berbuat macem2 selama perjalanan
    - usahakan stamina kuat
    - cukup kan perbekalan untuk pergi dan pulang
    - selalu patuhi apa yang telah ditetapkan
    - yang terutama, sama2 berdoa sebelum berangkat . . .
    insya allah selamat dari bahaya . . .

  7. fajar petualang says:

    mari kita berdoa untuk kslamatn para pendaki smoga tidak ada lagi para pendaki yg di kabarkan hilang……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s