Tak ada ruang bagi pejalan kaki di Kota Depok

Posted: October 4, 2010 in opini
Tags: , , , , ,
Jalan Margonda-Depok

Jalan Margonda, jalan utama Kota Depok

Sebagai pengendara yang setiap hari melintasi jalan raya Margonda, sore tadi ada peristiwa yang cukup menyita perhatian saya. Seorang wanita paruh baya yang sedang menyebrang ruas jalan utama kota Depok itu tertabrak oleh sebuah mobil yang melaju dari arah Jakarta.  Wanita tersebut memang hanya menderita luka ringan, namun dalam pengamatan saya, peristiwa seperti ini makin sering terjadi di ruas Jalan Margonda yang memiliki 6lajur tersebut.

Dan judul di atas mungkin tepat untuk meluapkan kemirisan saya atas minimnya akses bagi pejalan kaki di Kota Depok. Kota yang pada tanggal 16 Oktober nanti menyelenggaraka pemilihan untuk memilihan walikotanya yang baru ini memang tidak memiliki akses yang memadai bagi para pejalan kaki.  Bayangkan saja, jalan sepanjang 5,4 kilometer ini hanya difasilitasi oleh 3 buah jembatan penyebrangan, dimana jarak satu sama lainnya pun terbilang cukup jauh. Ditambah Kota Depok telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir yang tentunya menambah volume kendaraan yang melintas secara signifikan.

Ruang bagi pejalan kaki di Depok semakin menghilang setelah dilakukannya pelebaran jalan di ruas Jalan Margonda. Penambahan satu lajur tambahan ini otomatis meniadakan trotoar sebagai tempat yang aman bagi para pejalan kaki. Kini berjalan kaki di Kota Depok menjadi hal yang menakutkan untuk dilakukan, mengingat tingginya volume kendaraan, tidak adanya pepohonan untuk berteduh, tidak adanya trotoar(mulai dari pertigaan Ramanda – UI), hingga minimnya jembatan penyebrangan.

Saya harap walikota baru yang terpilih nanti, mampu menampung aspirasi masyarakat dalam hal ketiadaan fasilitas bagi pejalan kaki di Kota Depok ini. Karena tentunya, kota ini semakin berkembang menjadi pusat jasa dan perdagangan ditambah predikatnya sebagai kota pendidikan yang telah diemban sejak lama. Dan tentu saja, kita semua tak ingin lagi melihat pejalan kaki menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang ironisnya disebabkan oleh kurangnya fasilitas.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s