Komodo, Antara Promosi dan Konservasi

Posted: November 7, 2011 in dunia kita, opini
Tags: , , ,

Akhir – akhir ini kita banyak dipusingkan dengan pemberitaan di berbagai media yang mempermasalahkan dukungan lewat SMS untuk mendukung Pulau Komodo sebagai salah satu keajaiban alam dunia. Permasalahan yang diangkat adalah akuntabilitas dari content-provider mengenai perbedaan tarif SMS Vote dan kredibilitas organisasi New7Wonders selaku penyelenggara acara. Pemberitaan – pemberitaan ini pun memunculkan debat baru, apakah Pulau Komodo harus kita promosikan secara gencar untuk menarik kunjungan wisatawan, atau kita jaga secara tertutup untuk menjaga kelestarian alamnya ?

Ini juga bukan pertama kalinya keikutsertaan Pulau Komodo dalam New7Wonders menjadi polemik di dalam negri. Awal tahun ini, pemerintah sempat mengancam mengundurkan diri dan menarik Pulau Komodo dari kompetisi karena keengganan mereka untuk membayar sejumlah uang untuk menjadi tuan rumah pengumuman hasil voting acara tersebut. Namun, prestise sebagai salah satu calon keajaiban alam dunia mungkin menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengurung niatan tersebut. Di sisi lain, kredibilitas dari lembaga New7Wonders juga mengundang banyak kontoversi. Selain hanya sebagai organisasi profit swasta belaka, acara ini juga tidak didukung oleh UNESCO selaku badan PBB yang mengurus kekayaan alam dunia, belum lagi dengan tudingan mengenai banyaknya iuran yang harus dikeluarkan negara peserta pada penyelenggara acara.

Gelar sebagai salah satu keajaiban alam dunia memang terlihat menggiurkan, bagaimana tidak, foto – foto serta artikel – artikel tentang pemenangnya akan menghiasi buku – buku georafi dan media – media internasional. Belum lagi para wisatawan yang berbondong – bondong untuk melihatnya secara langsung yang tentu saja menambah citra, pamor serta penghasilan bagi negara pemiliknya. Namun apakah ketenaran tersebut sepadan dengan dampak yang akan didapat oleh Pulau Komodo? Kita bisa melihatnya dari berbagai sudut pandang, namun sangat jarang kita memposisikan diri sebagai seekor Komodo yang semakin hari kehidupannya semakin banyak terganggu oleh keberadaan manusia.

Masyarakat Indonesia tentu sangat diuntungkan jika Pulau Komodo mendapat gelar sebagai salah satu keajaiban alam dunia. Kebanggaan serta suka cita, akan menjadi penghibur di tengah berbagai gejolak yang melanda negri ini. Industri pariwisata akan bergeliat dan tidak lagi terpusat di Bali. Masyarakat Pulau Komodo pun akan mendapat keuntungan dari semakin banyaknya wisatawan yang datang.

Di sisi lain kita perlu mengetahui sejumlah fakta tentang keberadaan Komodo di pulau tersebut. Komodo adalah kadal terbesar di planet ini yang mampu bertahan selama 900 ribu tahun dari berbagai siklus alam dan spesies ini hanya terdapat di Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Barat. Jumlah komodo saat ini boleh dibilang stabil dalam beberapa puluh tahun terakhir dikarenakan pembentukan taman nasional dan relatif sedikitnya jumlah wisatawan yang berkunjung. Namun, hal tersebut nampaknya akan berubah jika Pulau Komodo menjadi salah satu dari keajaiban alam dunia. Wisatawan akan semakin banyak berkunjung dan tentu akan mempengaruhi ekosistem serta habitat dari Komodo itu sendiri. Hal ini diperjelas oleh pemerintah bahwa salah satu misi mereka adalah mempromosikan Pulau Komodo ke dunia internasional sebagai wisata alam. Namun disini, pemerintah sering kali miskonsepsi mengenai status dari Pulau Komodo. Meskipun berlabel sebagai taman nasional, Pulau Komodo justru dipromosikan sebagai tempat wisata dengan mencoba menarik wisatawan sebanyak mungkin. Seperti yang kita ketahui, kehadiran umat manusia pada berbagai habitat spesies langka terbukti sangat merugikan. Interferensi,  pengrusakan ekosistem, serta pengurangan lahan habitat adalah beberapa contohnya.  Belum lagi bahayanya bagi para wisatawan yang berkeliaran di sekitar spesies berbahaya tersebut. Setiap spesies tentunya akan merasa terancam jika spesies lain mendominasi habitat. Bahkan sebuah taman nasional pun belum menjamin keberlangsungan suatu spesies  untuk terus bertahan hidup menghadapi berbagai siklus alam.

Dan sepertinya pemerintah memang harus mengkaji lagi niatan mereka dalam mendukung Pulau Komodo untuk menjadi keajaiban alam dunia. Tidak hanya untuk mempromosikan dan mengambil keuntungan dari keberadaan mereka, melainkan juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat luar untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan alam yang menakjubkan ini.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s